Sabtu, 21 Mei 2016

KONIG CAFE AND BAR

Penggemar Kafe kekinian sekarang tidak perlu repot-repot ke Surabaya Barat untuk mencari tempat hangout, di daerah Dharmahusada ada banyak kafe dengan desain yang menarik dan rasa yang mumpuni. Salah satunya adalah Konig ini, letaknya di tikungan Klampis dan Kertajaya Indah, bertetangga dengan Comunal dan Bakso Kepala Sapi.

Saya tidak berharap banyak dari kunjungan kali ini, berhubung ada beberapa teman yang bilang rasa makanan di kafe ini termasuk biasa saja, beberapa juga hanya mencoba minumannya saja. Setelah pengalaman di kafe serupa di Surabaya Barat, saya sudah curiga bakal ketemu makanan hambar lagi, ternyata di sini olahan kokinya lebih cocok dengan selera saya.
Walau namanya cafe and bar, pilihan minuman beralkohol di sini cukup terbatas. Cocktail tidak tersedia sama sekali, hanya ada bir dan cider (minuman beralkohol dari apel)

Satu menu pesanan yang rasanya tidak sesuai harapan adalah dessert (yang dilabeli favorit) di Konig. Lemon Green Tea Pancake. Rasa saus (cranberry?) nya lumayan enak, platingnya juga cantik, sayangnya rasa pancakenya sangat kering dan tebal. Serasa karton manila digulung dicelup sirup.






Sumber: http://www.foodgrapher.com/2016/01/konig-surabaya.html#ixzz49Lee83uI 


Kudos Cafe

Setiap bulan di Surabaya ada beberapa kafe baru yang membuka gerai. Tempat-tempat ini biasanya cukup menarik tampilannya, dan seringkali ramai ga ketulungan saat awal buka.

Seperti yang saya utarakan di atas, tempatnya cukup cantik desainnya, dan unik. Untuk bisa masuk ke dalam bangunan kafe perlu naik tangga dahulu. Karena tahu pelanggan bakal malas naik tangga yang ala kadar, maka suasana di sekitar tangganya dibikin cantik untuk selfie, lumayan untuk menambah mood.

Sebelumnya kita ke sini saat weekend, tapi susah mendapat tempat. Berhubung sudah terlanjur lapar, saat itu diputuskan untuk ke Moi Village di sebelahnya, walau sama-sama ramai dan antri, Moi Village lebih luas dan kebanyakan pelanggan tidak hangout lama seperti di cafe.

Menunya tidak terlampau ambisius, hanya selembar untuk makanan dan satu lagi minuman. Biasanya kalau menu simple begini kita bisa berharap banyak tentang kualitas rasa masakannya. Sayang kali ini tidak demikian, terutama untuk makanannya.

Chicken Alfredonya tampil cukup cantik, sayangnya terasa hambar. Padahal sudah ada potongan daun bumbu masak, mungkin parsley atau oregano, tapi tidak berhasil mengangkat citarasanya.

Kudos Cafe tempatnya cukup menarik, penggemar kafe kekinian bakal cocok di sini, selama tidak berharap banyak ke service dan makanan. Masalah service bukan maksud saya bukan sampai tidak perhatian atau sejenisnya, tapi karena kafenya masih baru, jadi bakal sedikit kewalahan melayani semua tamu, terutama kalau duduknya di lantai teratas seperti kita.Andai suatu saat diajak berkunjung ke sini lagi, saya bakal pesan minuman saja dan menikmati suasana hangout yang nyaman di sini, makannya pilih di seberang yang banyak western food atau ke Moi Village di sebelah.


 

Calibre Coffee Roasters

Surabaya adalah surga bagi anak muda *kayak gw* yang doyan nongkrong sambil ngopi. Dalam 2 bulan saja bisa ada 10 cafe baru lho gaes! Menjamurnya dunia kopi dan cafe kali ini, tentu dipengaruhi oleh gaya hidup masa kini. 

Ngomong-ngomong soal kopi, segala proses pembuatannya itu ga asal-asalan gaes. Ada trik khususnya agar kopi yang dihasilkan memiliki rasa yang pas di lidah dan juga di hati. So I’m calling all caffeine lover to taste the new coffee shop in town, Calibre Coffee Roasters! Uniknya, Calibre Coffee ini memanggang kopi mereka sendiri. Ini sangat jarang di Surabaya.

Calibre Coffee Roasters terletak di Walikota Mustajab, very close to Grand City. Sejatinya bangunan lama, namun dipugar dengan arstitektur serba kaca yang modern. Instagenic banget dan surga bagi Instagrammer. Penasaran kan? *siapin kamera*

Kalau datang ke cafe pasti wajib pesen kopi sebagai temen nongkrong. SecangkirCappuccino sukses mendarat cantik di meja gw. Dihiasi dengan latte art yang berbentuk tulip, terselip bitter notes yang sukses dijinakkan dengan frothing susu yang creamy dan menyenangkan. 

Mocha Triffle turut menjadi pemanis di sore hari yang juga menjadi dessert temen minum Cappuccino. Bentuknya lucu, sekilas mirip deretan rumah mantan. Taste creamy dan mocha-nya harmonis, makin rich dengan jelly merah yang fruity. Smooth in mouthfeel! 

Dengan desain cafe yang sangat kekinian, terutama ‘rumah kaca’ di bagian kanan bangunan, menjadi konsep selfie-able yang diincar oleh semua kalangan. Untuk harga masih standar coffee shop. Service juga cepat. Taste kopinya cocok buat yang suka body kencang dan nonjok. Jie sendiri sendiri prefer yang lebih fruity.Kalau kalian?




Sumber : http://www.inijie.com/2015/09/29/calibre-coffee-roaster-new-temple-for-caffeine-adventurer/ 

Antler Cabin

Tren konsep cafe-cafe saat ini biasanya fancy dan lentik. Ada yang white minimalist, ada yang industrial. Tapi mostly tetap berkesan feminin. Tapi gimana kalo lagi pengen ngopi dengan mood yang lebih maskulin? Nah, udah padah ngeh belum kalau di Raya Darmo 2 ada Antler Cabin yang instagenic banget? 

Kalau pagi-pagi mampir kemari, tancapenergi-mu dengan menu rekomendasi Mexican Breakfast. Soup yang rame berisi  sekawan Mixed Beans, Pico de Gallo, Dish Bacon, Corizo, Mushrooms, Red Pepper, Pomodoro Sauce lalu diselimuti pake dua telur montok di atasnya. Rich, spicy, creamy dan lembutnya paling pas kalau disekop bareng roti renyah. Better kalo dimakan pas lagi hujan.

Karena Antler Cabin menjuluki diri sebagai caffeine curator, tentu dosa kalo gw gak nyeruput menu kopinya. Long Black yang disajikan punya taste body yang strong. Nonjok banget kayak  pukulan Ip Man! *eh* Namun pas suhunya turun, sweet dan fruitiness-nya pelan-pelan mulai nongol dengan menyenangkan.

Kompak pula dengan Cappuccino. Cocok buat siapapun yang doyan body yang tebal. Hanya saja Cappuccino-nya lebih jinak dan creamy berkat andil foam yang lembut. 
 Rustic Roast ini menu yang gentle buat lunch. Disajikan pake spiced rice yang hangat, jadi teman hidup yang pas buat dinikmati bareng Whole Chicken Leg yang bumbunya meresap sampe ke tulang-tulang pinggirannya. Bumbunya caramelized di bagian kulitnya yang sinfully delicious. 

Meatball dan sliced lamb-nya minta diabisin banget gitu gaes *iris-iris sadis*Bisa improve kalo aromalebus di sliced lamb-nya bisa dikurangin dikit, meski bisa dicover dengan menambahkan saus buat pengalihan isu *emangnya DPR*

Overall gw betah makan dan ngopi di Antler Cabin. Cuma parkirnya yang butuh sedikit niat dan itikad  ekstra hehe. Dari segi konsep interior keren banget, apalagi pas cuaca mendukung.. *pake mantel bulu*




Sumber : http://www.inijie.com/2016/01/15/antler-cabin-cafe-resto-surabaya/
  




Cailano Specialty Coffee and Shao Kao

Di Klampis Jaya ada cafe baru yang menyajikan Shao-Kao, yaitu semacam hidangan sate khas China daratan. Nama cafe ini Cailano Specialty Coffee and Shao Kao, tampak dari luar cafe ini terlihat biasa saja, seperti pepatah yang mengatakan jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya saja, yup ! ga seperti tampilan luarnya saat masuk ke dalam cafe ini much betterlah yaa .. mereka mendesign ruangan cafe dengan sangat apik dan rapih. Cafe ini terdapat 2 lantai, dan lantai pertama terdapat ruangan semi-outdoor yang kebanyakan pengunjung bakal singgah di tempat ini dengan waktu yang lama karena suasananya nyaman dan juga asri. kalian bisa menikmati ruangan semi-outdoor ini tanpa takut kepanasan karena ruangan ini menggunakan ac.








   
menu makanannya juga bervariasi dan dari segi harga juga terjangkau buat kantong mahasiswa, so .. tunggu apalagi langsung aja dateng sendiri dan cobain menunya kalo lagi buntu dirumah dijamin tempatnya nyaman banget !!

Kamis, 12 Mei 2016

Muttonbird Bistro and Rooftop

Mungkin saja udah pengap menjelajah seluk beluk cafe dengan suasana indoor ? Butuh tempat baru yang unik dan nyaman dengan udara segar ? Nah ! Buruan aja ke Muttonbird Bistro and Rooftop. Dari namanya aja uda pasti tau konsep cafe ini kan .. menikmati angin sore hari di atas rooftop, makan-makan sambil ngobrolin yang seru-seru bareng temen.
Lantai satu ditata layaknya bistro modern, namun ada surga kecil yang perlu diintip di lantai 4. Rooftop-nya Muttonbird dibuka setelah jam 4, jadi antre dulu biar dapet tempat duduk. Cocok jadi tempat santai sekejap sambil nyemil.








 

Senin, 09 Mei 2016

Loko Cafe, cafe yang berada di dalam stasiun


Naik kereta api tut tuut tuuut .... siiiapa hendak turuut ?
Siapa disini yang sering naik kereta api hayoo ? bagi kalian traveller yang hobi berkeliling antar kota melalui transportasi kereta api, kalian bisa mampir di Loko Cafe yang berada di dalam Stasiun Gubeng Surabaya ini. kalian bisa menikmati berbagai hidangan yang ditawarkan pada menu cafe ini sembari menunggu keberangkatan destinasi kalian atau sekadar ingin melepas penat dan bersantai bersama teman atau keluarga.
Dari luar cafe ini terlihat tampak bagus, saat masuk kita akan melihat dekorasinya yang bagus dan unik dengan lantai yang bermotif etnik.